Rabu, 27 November 2013

will you still love me when i'm no longer young and beautiful?
will you still love me when i've got nothing but my aching soul?
i know you will, i know you will, i know that you will
will you still love me when i'm no longer beautiful?
( young and beautiful, lana del ray, ost.the great gatsby)

in the beginning, this entry was inspired by that song. tapi lalu, saya menjumpai dua kejadian yang membuat saya semakin yakin untuk menuliskannya. kedua perjumpaan saya ini, terjadi dalam waktu yang berdekatan.

Kejadian pertama
Saat itu sekitar pukul sepuluh pagi. saya sedang dalam perjalanan dari rumah hendak menjemput anak-anak yang kebetulan sekolahnya sedang masuk pagi. seperti biasa, rute saya setiap pagi lewat depan SMA 1. lalu saya melihat, sepasang suami istri yang sudah agak sepuh. mereka berboncengan sepeda jengki berwarna biru yang juga sudah tidak baru. sang bapak mengayuh sepeda pelan. si ibu duduk di boncengan, dengan sebelah tangannya memeluk pinggang sang bapak, berpegangan. tapi bukan itu yang membuat saya tertegun dan sepintas merasa ... wow
wajah mereka yang membuat saya tak bisa berkata-kata. wajah mereka begitu ayem, semeleh, pasrah. dan saya melihat mereka memancarkan kebahagiaan.
saya hanya bisa membayangkan, sebuah dialog dalam kepala saya, seakan-akan bapak itu berkata, 
' ayo, bu. kita berjalan. pelan-pelan, tapi pasti. jangan khawatir, aku akan selalu berusaha mencari jalan kita. asalkan engkau selalu di belakangku. mendorongku. menemani.'
lalu ibu itu akan berkata
' sudahlah,pak. jalan pelan-pelan saja, ora sah kesusu. kita sudah melalui perjalanan yang cukup jauh. selama ini, engkau selalu berusaha mencari jalan, dan menuntun serta membawa aku melalui jalan itu. memang perjalanan kita belum selesai, tapi pasti kita akan berhasil, karena aku akan selalu di belakangmu. mendorongmu. menemani '

Kejadian kedua
dalam perjalanan saya sepulang kerja, di perempatan pegadaian widuran, depan apotik. Malam itu ada sepasang suami istri juga, sudah senior juga. kali ini, Si suami terlihat agak lebih lemah secara fisik, punggungnya juga terlihat agak bungkuk. Sementara si istri terlihat lebih sehat dan kuat. Mereka sedang berjalan bersama. sang istri menuntun tangan si suami. si bapak tersebut tidak bisa berjalan dengan cepat, langkahnya pelan, kadang bahkan berhenti sejenak untuk beristirahat. tapi si ibu itu selalu memegang tangannya. menuntun sang bapak. bahkan saat si bapak berhenti sebentar untuk beristirahat, ibu itu menungguinya. lalu setelah dirasa cukup beristirahat, si bapak akan melanjutkan melangkah dan ibu itu setia menuntunnya.

will you still love me when i'm no longer young and beautiful?

saya dan suami saya boleh dikata grow up together. bagaimana tidak, kami bahkan 3 tahun sekelas saat SMA. we've known each other more than half of our lives. 
dan kami memulai segalanya saat kami masih sangat muda.hingga sampai titik saat ini,
kami sudah mengalami hampir semuanya bersama-sama.
perjuangan kami untuk tumbuh dewasa, mengeksplorasi dunia, perjuangan kami untuk diakui
perjuangan kami untuk membuktikan bahwa kami bisa
and the love just flows
terus terang, saya tidak tahu kapan dan bagaimana saya mulai mencintai suami saya, karena yang saya tahu, perasaan itu ada dan menguat hari demi hari saat kita bersama. yang saya tahu, we're already in the middle of it.
dan perjuangan dan perjalanan kami untuk membangun keluarga kecil kami.
hampir setiap orang yang mengetahui cerita kami akan berkata bahwa kisah kami indah.
dan menurut saya, i am truly blessed.
i marry my first and last boyfriend, he is the only boyfriend i've had.
i marry my best friend.

tidak. hubungan kami tidak sempurna. mana ada sebuah hubungan yang sempurna? 
nyatanya, saya dan suami saya tinggal di kota yang berbeda.
nyatanya, ego dan aku masih sering berbicara
nyatanya, bukan 'aku mengerti kok' tapi 'kok kamu nggak ngerti in aku, sih?'
nyatanya, bukan 'i want you to be happy'  tapi 'i want You to make Me happy'
nyatanya, bukan 'kamu berharga buat aku' tapi 'aku berharga nggak sih buat kamu?'
nyatanya, bukan 'aku nggak akan membuat kamu sedih dan terluka' tapi 'kenapa kamu membuat aku sedih dan terluka?'
dan sebagainya.... 
dan sebagainya....

tapi saya merasa itu semua adalah proses
proses saya untuk menjadi lebih dewasa
proses agar cinta kami menjadi lebih dewasa
proses menuju cinta yang hanya memberi, cinta yang 'walaupun dan meskipun'
cinta tanpa syarat
unconditional love

saya tahu, jalan kami masih panjang
hingga kami mencapai 'no longer young and beautiful'
tapi saya percaya, kami akan dapat melaluinya.
because we've got each other
paling tidak, saya akan selalu berada di 'boncengan' suami saya, untuk mendorong dan menemani (walau kadang bikin tambah berat juga. apalagi kalau jalannya pas nanjak)
paling tidak, saya akan selalu memegang tangannya
(entah menggandeng, menuntun atau malah menahan)
dan satu hal yang saya tidak akan pernah lupa
suami saya selalu memegang tangan saya dan tidak pernah melepaskan
walau saat dia paling marah sekalipun

saya juga tahu, i am really blessed. 
tidak semua orang mendapat kesempatan untuk menghabiskan hidup mereka, hidup bersama dan membangun keluarga dengan orang yang mereka cintai.
tapi Tuhan memberi saya karunia itu
dan saya tidak akan menyia-nyiakan
so Help Me God

will i still love you when you're no longer you and beautiful?
i know i will

november 28th,2013
1.16






Tidak ada komentar:

Posting Komentar